Artikel bmt itQan

Urban Farming (Bag.1) Rabu, 21 Januari 2015 12:05 WIB
Urban Farming (Bag.1)

Tampaknya, kita dapat melihat bagaimana alam diperlakukan hari ini. Hal yang paling menyedihkan untuk tahu bahwa orang sudah tidak lagi memperhatikan begitu banyak lagi masalah lingkungan. Terutama di daerah perkotaan yang saat ini mengalami krisis peduli lingkungan.

Konsep urban farming adalah suatu aktivitas pertanian di dalam atau di sekitar perkotaan yang melibatkan keterampilan, keahlian, dan inovasi serta kreativitas dalam budidaya dan pengolahan makanan. Urban Farming akan menjadi tren dunia sebagai gaya hidup sehat berwawasan lingkungan. Dalam skala rumah tangga urban farming akan mampu membentuk keluarga sehat dalam lingkungan yang sehat. Sedangkan dalam skala masyarakat perkotaan akan tercipta lingkungan yang hijau dan sehat.

Penggunaan kembali (reuse) dan pemrosesan kembali (recycle) limbah rumah tangga dapat mengurangi limbah yang hendak dibuang ke bak sampah. Bayangkan, sangat besar nilainya bagi lingkungan terutama udara yang segar dan sehat apabila sebagian besar halaman rumah kita memiliki tanaman terutama sayuran. Urban farming untuk skala rumahan ternyata memiliki potensi yang sengat menguntungkan yaitu:

  1. Dapat menghasilkan O2 dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lingkungan kota
  2. Tidak perlu membuka lahan baru karena lahan di halaman di lingkungan atau rumah kita sudah tersedia
  3. Tidak perlu infrastuktur yang terlalu berlebih, karena sudah tersedia di rumah kita, yaitu lahan dan air.
  4. Tidak perlu mesin pendingin agar sayuran tetap segar, karena sayuran yang ditanam tetap segar di lahan rumah kita.
  5. Penghematan dalam hal pengawetan dan pengemasan sayuran yang telah dipanen.
  6. Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja, karena cukup mendayagunakan seisi rumah kita.
  7. Dapat dijadikan sebagai penghasilan tambahan untuk penduduk di perkotaan


Bukan hanya itu, peran pertanian kota (urban farming) sebagai bentuk keamanan dan ketahanan pangan, yaitu: Pertama, meningkatkan jumlah makanan yang tersedia bagi orang yang tinggal di kota, Kedua, tersedianya buah-buahan dan sayur-sayuran segar untuk konsumen-konsumen kota. Karena itu pertanian kota sebagai promosi penghematan energi produksi makanan lokal, pertanian kota dan pinggiran kota adalah praktek- praktek ketahanan pangan. Ada beberapa model urban farming yang dapat diterapkan, yaitu:

  1. Memanfaatkan lahan tidur dan lahan kritis
  2. Memanfaatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
  3. Mengoptimalkan kebun sekitar rumah
  4. Menggunakan ruang (verticultur) apabila lahan sangat terbatas






“Saatnya kita aplikasikan cinta lingkungan dalam bentuk aksi berkebun di rumah”


Ditulis Oleh: Edi Junaedi, S.Ag. | Itqan Learning and Consulting Center (ILCC)

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 14% 7%
6 16% 8%
12 19% 10%
24 20% 12%

Rekening Bank

1110003379
1110003379
a.n KOPERASI BMT ITQAN
1460001435
1460001435
a.n KOPERASI BMT ITQAN
7050050027
7050050027
a.n KOPERASI BMT ITQAN
0341314599
0341314599
a.n KOPERASI SYARIAH BMT ITQAN
247800000272
247800000272
a.n KOPERASI BMT ITQAN
860003948300
860003948300
a.n BAITUL MAAL WA TAMWIL ITQAN

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042