Artikel bmt itQan

Pendidikan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Jum'at, 28 November 2014 22:50 WIB
Pendidikan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga

Keluarga adalah organisasi terkecil namun memiliki dampak pembentukan karakter yang sangat besar. Salah satu karakter yang harus dibentuk kepada seluruh anggota keluarga adalah karakter bijak dalam pengelolaan keuangan. Hampir semua anggota keluarga akan menghadapi pengelolaan keuangan. Tidak hanya seorang ibu rumah tangga, atau suami sebagai kepala rumah tangga, namun seorang anak juga harus akan menghadapi dengan persoalan pengeloaan keuangan. Uang memang sangat dibutuhkan untuk menjalani hidup. Uang diperlukan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, atau untuk biaya pengobatan jika sakit. Jika uang tidak dapat dikelola dengan baik dan bijak maka uang bisa terbuang untuk pengeluaran yang tidak penting dan berlebih-lebihan, atau uangan hanya habis untuk kebutuhan sehari-hari sehingga kita tidak dapat memiliki tabungan. Padahal sedikit atau banyaknya uang, tetap harus dikelola sehingga kehidupan kita bisa menjadi lebih baik. Hal ini yang mendasari betapa pentingnya, pendidikan pengelolaan keuangan rumah tangga umumnya semua anggota keluara dan khususnya bagi para pelaku UMKM. Tentu ada perbedaan pengelolaan keuangan rumah tangga biasa dan pengeloaan keuangan pelaku UMKM. Namun yang terpenting dalam pengeloaan keuangan bagi pelaku UMKM adalah harus adanya pemisahan pencatatan antara catatan keuangan rumah tangga dan catatan keuangan usahanya. Dalam artikel ini saya akan membahas secara umum bagaimana pengelolaan keuangan rumah tangga bagi pelaku UMKM tersebut.


Untuk tahap awal dalam pengelolaan keuangan ini yang pertama harus dilakukan adalah kita harus dapat mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran. Sumber pendapatan adalah pemasukan terhadap keuangan rumah tangga. Contohnya: gaji PNS, gaji pegawai swasta, hasil usaha informasi, dan hasil kerja sampingan. Adapun sumber pengeluaran adalah segala sesuatu yang menjadi biaya dalam keuangan rumah tangga. Contohnya: tabungan, infak, zakat, makanan sehari-hari, makanan balita, jajan keluarga, ongkos orang tua dan anak, bensin, perawatan kendaraan, pembyaran cicilan atau sewa rumah, biaya telepon, listrik, gas dan air, bayar sampah, perlengkapan sekolah, biaya SPP, berobat, perawatan kesehatan, kredit barang, angsuran pinjaman ke lembaga keuangan mikro, pajak, beli mainan, dan lain-lain.


Setelah mampu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, selanjutnya adalah mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah pengeluaran yang betul-betul memang kita butuhkan, sedangkan keinginan adalah pengeluaran yang kita inginkan. Namun biasanya karena keinginan manusia lebih banyak dari kebutuhan maka kita perlu menentukan prioritas mana yang harus didahulukan. Agar kita tepat dalam menentukan mana yang kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan, maka kita harus punya yang disebut dengan tujuan keuangan.. Tujuan keuangan adalah cita-cita, keinginan atau target yang dibuat berdasarkan kebutuhan masa depan. Setiap orang pasti memiliki tujuan keuangan tersendiri. Contohnya: menikah, melanjutkan sekolah, ingin memiliki rumah, ingin memiliki tambahan grobak untuk berjualan, dan lain lain. Setelah kita menentukan tujuan keuangan, selanjutnya adalah menyusun anggaran rencana keuangan. Secara sederhana, anggaran itu dapat diartikan sebagai rencana yang menjabarkan apa yang akan kita lakukan terhadap uang kita sendiri. Anggaran rencana keuangan ini penting, karena dengan anggaran kita akan lebih mudah mengalokasikan penghasilan dan pengeluaran yang berbeda-beda, akan memudahkan dalam memutuskan berapa jumlah yang harus ditabung dan berapa jumlah yang harus dibenajakan, pengelolaan keuangan menjadi lebih terkendali, merencanakan masa depan dan mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan.


Ada beberapa langkah dalam penyusunan anggaran. Pertama adalah menentukan beberapa hal yakni, menentukan tujuan keuangan kita, menentukan beberapa hal yakni menentukan besaran uang untuk mencapai tujuan itu, adalah menentukan besaran uang tabungan yang dibutuhkan. Setelah kita menentukan hal tersebut selanjutnya adalah mencatat apa saja yang menjadi sumber pendapatan kita kemudian dijumlahkan, begitupun dengan halnya pengeluaran dan ditotalkan sebagai pengurang. Namun sebelum mencatat apa saja yang menjadi pengeluaran, kita harus mengurangi pendapatan dengan menabung, sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Jika masih ada sisa dalam anggaran tersebut maka sisanya dapat ditambahkan pada nilai tabungan. Namun jika hasil anggaran ini minus maka harus ada pengeluaran yang dikurangi atau bahkan dihilangkan. Sehingga kita dapat menabung sesuai rencana dan mengelola keuangan dengan bijak.



Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 14% 7%
6 16% 8%
12 19% 10%
24 20% 12%

Rekening Bank

1110003379
1110003379
a.n KOPERASI BMT ITQAN
1460001435
1460001435
a.n KOPERASI BMT ITQAN
7050050027
7050050027
a.n KOPERASI BMT ITQAN
0341314599
0341314599
a.n KOPERASI SYARIAH BMT ITQAN
247800000272
247800000272
a.n KOPERASI BMT ITQAN
860003948300
860003948300
a.n BAITUL MAAL WA TAMWIL ITQAN

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042