Artikel bmt itQan

Wakaf Uang dan Pengentasan Kemiskinan Selasa, 31 Juli 2018 02:44 WIB
Wakaf Uang dan Pengentasan Kemiskinan

Kemiskinan, poverty merupakan suatu permasalahan yang terjadi di berbagai negara, khususnya negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Kondisi kemiskinan pada dasarnya suatu fenomena yang multi dimensi karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Bapenas telah merilis data hasil BPS bahwa orang miskin di Indonesia tahun 2018 sekitar 9,82 % dari jumlah penduduk Indonesia dengan asumsi berpenghasilan di bawah Rp. 400.000/orang perbulan, ini artinya pendapatan dibawah Rp. 13.000/ hari per orang baru bisa dinamakan miskin, sedangkan standar internasional (IDB, International  Development Bank) yang dikatakan kemiskinan absolut (hasil pendapatannya berada dibawah garis kemiskinan) apabila masyarakat berpengahsilan dibawah $1,25/hari per orang atau sebesar  Rp. 17.500/hari per orang atau Rp. 525.000/bln/orang.

Alat ukur lainnya untuk menunjukan  ketimpangan pengeluaran secara menyeluruh suatu negara (pengeluaran tertinggi dan pengeluaran terendah) diukur dengan index gini ratio. Di Indonesia pada September 2017 gini ratio mencapai 0,393 (39 %)  ratio ketimpangan hampir mendekati 0,40 (40 %) kondisi yang cukup menghawatirkan dan dikategorikan sebagai lampu kuning. Ini artinya bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Indonesia belum merata. Pertumbuhan ekonomi baru dirasakan oleh sebagian wilayah atau hanya dinikmati oleh golongan tertentu saja. Seharusnya pertumbuhan ekonomi bersamaan dengan semakin kecilnya indek gini ratio yang menunjukan bahwa pertumbuhan dan pemerataan ekonomi semakin baik. Seperti kita ketahui bersama, efek dari adanya kemiskinan ini sangat mengancam  stabilitas Nasional negara kita, antara lain menyebabkan tingkat pengangguran tinggi, kriminalitas meningkat, kesenjangan sosial, dan lain-lain.

Menurut pandangan Islam, Secara esensi fakir dan miskin adalah orang yang kekurangan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti pangan, sandang, papan dan pendidikan (Mughniyah, 2006:191). Al-Qur’an menggambarkan kemiskinan dengan 10 kosa kata yang berbeda yaitu al-maskanat (kemiskinan), al-faqr (kefakiran), al-‘ailat (mengalami kekurangan), al-basa (kesulitan hidup), al-imlaq ( kekuarangan harta), al-sail (peminta), al-mahrum (tidak berdaya), al-qani (kekurangan dan diam), al-mu’tarr (yang perlu dibantu), dan al-dha’if (lemah), hukum kaya dan miskin sesungguhnya hukum universal yang berlaku bagi semua manusia. Kemiskinan ada, disebabkan beberapa faktor diantaranya karena keterbatasan berusaha, penindasan, cobaan dari Allah dan lain-lain. Sebenarnya Allah tidak menghendaki ummatnya berada dalam kemiskinan. Allah SWT berfirman dalam QS Addhuha (93) : 8  Artinya : “ Bukankah Allah telah mendapatimu miskin kemudian Dia menganugrahkan kepadamu kecukupan ?”.Ini artinya Allah akan memberi kecukupan kepada hambanya selama hamba itu mau berikhtiar dalam memperbaiki nasibnya. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai dirinya sendirilah yang akan mau  merubah keadaannya.

Islam memberikan sumbangsih solusi penanggulangan kemiskinan diantaranya dengan wakaf. Wakaf merupakan salah satu instrumen yang dapat memberikan solusi untuk mengentaskan kemiskinan, kalaupun belum  bisa mengahapuskan kemiskinan 100%, minimal mengurangi jumlah orang miskin dan memperbaiki ketimpangan/gap agar tidak terlalu jomplang,  “ yang kaya makin kaya, yang miskin tidak semakin miskin tapi meningkat taraf hidupnya” maka sudah sepatutnya orang kaya (termasuk pemerintahan) ikut serta dalam penanggulangan kemiskinan ini agar orang miskin tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang akan merendahkan martabatnya sendiri.

Definisi wakaf secara etimologi adalah menahan, mencegah, selama, tetap, paham, menghubungkan, mencabut, meninggalkan (Ma’luf dalam Haq: 2013: 1). Menurut Abu Zahroh (Muhadlorot Fial-Waqf, Daral-Fikri,tt,h.44): Menahan harta dan mengalirkan manfaatnya kepada pihak tertentu sesuai dengan syarat wakif, pokok harta tersebut tidak boleh, dijual, dihibahkan dan diwariskan. Dalam kamus bahasa Indonesia wakaf adalah  “Pemberian yang ikhlas dari seseorang berupa benda bergerak atau tidak bergerak bagi kepentingan umum yang dibentuk yang berkaitan dengan agama Islam”.

Wakaf yang terkumpul dari para wakif dikelola untuk investasi yang halal, aman, menguntungkan kemudian hasilnya di manfaatkan untuk fakir miskin sebagai maukuf ‘alaih.  Saat ini Wakaf nuqud (uang) lebih simpel dan memiliki keunggulan dari wakaf benda bergerak lainnya, seperti hewan (sapi, kambing, kuda) kendaraan dan lain‐lain. Apalagi jika dibandingkan dengan wakaf benda tidak bergerak seperti tanah, rumah, toko, dll. Dengan nilai kecil pun orang bisa menjadi wakif  karena umumnya wakaf benda bergerak atau tidak bergerak nilainya lebih mahal dari wakaf uang. Di Singapura dengan warga muslimnya yang hanya 453.000 orang, majelis ulamanya berhasil mengumpulkan wakaf uang dan berhasil membangun apartement 12 lantai, seluruhnya disewakan untuk komersial hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat seperti pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, santunan fakir miskin dan program kemanusiaan lainnya. Ternyata bukan hanya kepada warga Singapura saja  penerima manfaatnya bahkan sampai ke luar Singapura termasuk indonesia. Contoh lain di negara Mesir badan Wakaf Universitas Al Azhar pernah memberikan bantuan pinjaman kepada pihak pemerintah Mesir yang sedang defisit APBN.  Ini membuktikan bahwa wakaf memberikan impact yang sangat signifikan memberikan kontribusi dalam  peningkatan perekonomian  di suatu negara.
 

Contoh Skema Wakaf Uang : http://bmtitqan.org/gambarzh/gambar/contoh-skema-wakaf-12.png
  
Indonesia sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Muslim (88%) seharusnya bisa lebih baik dari Singapura dan Mesir dalam mengelola wakaf, karena jumlah aset wakaf di Indonesia jauh melebihi Singapura. Tapi ironi, hasilnya jauh tertinggal dibandingkan dengan Singapura. Kita harus memiliki optimisme yang tinggi bahwa dengan pengelolaan wakaf yang baik, terutama wakaf uang akan memacu investasi yang produktif sesuai syariah, asalkan dikelola secara profesional dan di investasikan pada sektor yang tepat, kemudian hasilnya disalurkan dalam rangka membantu kaum dhuafa dan kepentingan ummat. Hal ini akan mendorong  pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat secara makro.  Sehingga dana wakaf akan mampu memperbaiki tatanan ekonomi negara sekaligus dapat mendorong peningkatan pendapatan secara Nasional dan pemerataan ekonomi seluruh rakyat Indonesia.  Dengan investasi yang produktif, jumlah wakaf uang tidak akan berkurang bahkan akan terus bertambah. Dengan wakaf juga akan mampu meningkatkan keharmonisan antara masyarakat kaya dan masyarkat miskin. Selain akan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sumber daya insani di negara kita, secara  otomatis  angka kemiskinan  akan semakin berkurang bahkan berhasil  dihapuskan . Wallohu ‘alam   

Yudi Haryadi SE.,MM 
Nazhir Wakaf itQan
Dewan Pengawas KSP PS BMT itQan
Sekjen ABSINDO Jabar
Dosen STAI Muhammadiyah Bandung       

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 14% 7%
6 16% 8%
12 19% 10%
24 20% 12%

Rekening Bank

1110003379
1110003379
a.n KOPERASI BMT ITQAN
1460001435
1460001435
a.n KOPERASI BMT ITQAN
7050050027
7050050027
a.n KOPERASI BMT ITQAN
0341314599
0341314599
a.n KOPERASI SYARIAH BMT ITQAN
247800000272
247800000272
a.n KOPERASI BMT ITQAN
860003948300
860003948300
a.n BAITUL MAAL WA TAMWIL ITQAN

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042