Artikel bmt itQan

Ekonomi Berbasis Komunitas (Koperasi) yang berlandaskan Ukhuwah Jum'at, 22 Juni 2018 09:19 WIB
Ekonomi Berbasis Komunitas (Koperasi) yang berlandaskan Ukhuwah

Sejak jaman penjajahan Belanda, cita-cita koperasi sudah dipandang sebagai jalan yang terbaik untuk membangun ekonomi rakyat yang lemah secara berangsur-angsur, dalam sejarahnya  koperasi itu muncul pertama kali pada saat masyarakat dalam keadaan menderita berhadapan dengan kekuasaan dan pengaruh sistem kapitalisme yang begitu hebat, maka rakyat jelata berdasarkan atas rasa solidaritas dan setia kawan serta kepentingan yang sama lahirlah  koperasi sebagai kesadaran bersama untuk bergerak dalam memperbaiki keadaan  dan nasibnya. Jadi secara prinsip orang yang lemah ekonominya dapat bertahan dan meningkatkan derajat  hidupnya dengan kerjasama dan bantu membantu dalam menolong diri sendiri (self help).

Seperti diketahui dalam  pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “ Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan”, azas kekeluargaan itu ialah koperasi dengan kata lain itulah ukhuwah, itu pulalah yang seharusnya menjadi ciri koperasi Indonesia hubungan antara anggota koperasi satu sama lain harus mencerminkan persaudaraan, satu keluarga, rasa solidaritas dipupuk dan diperkuat, anggota harus didik sampai sadar terhadap hak dan kewajibannya sebagai anggota koperasi, tekadnya harus kuat dalam membela koperasinya, dan ingatannya selalu tertuju untuk mengembangkan dan memajukan koperasi untuk kesejahteraan bersama, oleh karena itu koperasi sebagai komunitas ekonomi yang dibangun oleh ukhuwah harus mampu memunculkan rasa tanggungjawab moril dan sosial dari anggotanya, kalau rasa itu tidak ada  bisa dipastikan koperasi akan sulit untuk tumbuh dan berkembang terlebih lagi untuk mensejahterakan anggotanya hanya khayalan belaka. Apabila kita telaah dan pelajari betul-betul isi pasal 33 UUD 1945 tersebut,  jelaslah koperasi itu sebagai soko guru perekonomian Indonesia.

Meningkatkan rasa kebersamaan masyarakat  dalam jalinan ukhuwah, akan mampu mengalahkan kapitalisme seberapapun besarnya, inilah yang dinamakan dengan kekuatan jama’ah atau komunitas.
 Dengan koperasi (community Base) dan jalinan ukhuwah  kita akan menegaskan sistem perekonomian nasional yang adil, merata dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.

Sejak dahulu bangsa Indonesia telah memiliki konsep tentang kekuatan komunitas/kelompok, mereka menyebutnya sebagai ilmu sapulidi. Bila lidi hanya satu batang dengan mudah dapat dipatahkan, tetapi bila ratusan batang lidi di ikat menjadi sapulidi, maka siapapun tidak akan mampu mematahkannya, bahkan seikat sapu lidi tersebut akan lebih elastis. Pandangan ini sangat sederhana, tetapi bernilai luhur membangun kesadaran kerjasama, membangun kekuatan bersama, sehingga berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Kita berharap bahwa falsafah tersebut bukan hanya nuansa ideologis tapi perlu diejawantahkan dalam kehidupan kita menjadi landasan dan kerangka  operasional dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai intrinsik bangsa Indonesia  seperti gotong royong dan kekeluargaan, dengan kata lain masyarakat yang hidup dengan penuh rasa kebersamaan yang dibangun oleh solidaritas (ukhuwah) bisa dimodernisasikan melalui formalisasi kelembagaan yang dinamakan koperasi. Pengertian self help bermakna operasional dalam bentuk self organizing, self administrating, self decesion making, self financing dan seterusnya, sehingga membentuk kelompok yang self reliance (percaya dir/mandiri) dan self responsibility (bertanggungjawab sendiri).

Koperasi adalah member base firm (perusahaan yang berbasis anggota), yang memiliki kepentingan dan tujuan ekonomi yang sama, yang menjadi syarat awal dalam pendirian organisasi koperasi, koperasi membangun sistem sosio-ekonomi yang memerlukan manajemen dan teknologi secara efektif untuk mencapai tujuannya  yaitu mensejahterakan anggota tetapi rasa tanggung jawab, memiliki kesadaran bersama akan pentingnya kekeluargaan dan  terjalinnya ukhuwah diantara anggota yang baik,  menjadi prasyarat utama bagi keberhasilan sebuah koperasi. Majulah koperasi Indonesia.

Yudi Haryadi, SE.,MM

Alumnus IKOPIN
Ketua Dewan Pengawas KSPPS BMT itQan
Dosen STAIM Bandung

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 14% 7%
6 16% 8%
12 19% 10%
24 20% 12%

Rekening Bank

1110003379
1110003379
a.n KOPERASI BMT ITQAN
1460001435
1460001435
a.n KOPERASI BMT ITQAN
7050050027
7050050027
a.n KOPERASI BMT ITQAN
0341314599
0341314599
a.n KOPERASI SYARIAH BMT ITQAN
247800000272
247800000272
a.n KOPERASI BMT ITQAN
860003948300
860003948300
a.n BAITUL MAAL WA TAMWIL ITQAN

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042