Artikel bmt itQan

Manfaat Ekonomis Koperasi Rabu, 14 Maret 2018 04:40 WIB
Manfaat Ekonomis Koperasi

Koperasi didirikan oleh sekelompok individu tentunya atas dasar adanya kepentingan bersama, kegiatan atau tujuan ekonomi yang sama. Melalui sinergi diantara individu ini diharapkan akan terjadi sinergi dari usaha kolektif yang akan memperoleh manfaat ekonomis yang lebih besar bagi setiap individu yang menjadi anggotanya. Dengan koperasi tujuan-tujuan perseorangan dapat dialirkan atau diarahkan untuk membela kepentingan bersama, dengan perikatan ini setiap individu anggota koperasi merasa dirinya menjadi kuat, rasa inferior pada dirinya akan hilang, dan kepercayaan kesanggupan bersama bertambah kuat, dari individu egois ia menjadi orang sosial yang sadar akan harga dirinya. Dengan koperasi akan lahirlah rasa tanggungjawab untuk memajukan kepentingan bersama dan untuk kesejahteraan seluruhnya.

Dengan berkumpulnya setiap individu menjadi anggota koperasi maka diharapkan memperoleh dampak ekonomis  berupa selisih positif dibandingkan nilai ekonomis yang diperolehnya secara individual. Misalnya adalah memperoleh manfaat pembelian yang lebih besar, dari pembelian dengan harga yang diperoleh lebih murah manakala pembelian dilakukan secara kolektif melalui koperasi, demikian juga halnya dengan kepentingan ekonomi anggota produsen adalah memasarkan barang/jasa ke pasar, maka anggota akan meraih manfaat-manfaat ekonomi penjualan yang lebih besar, misalnya harga jual lebih tinggi dan pembayaran yang bagus serta perputaran barang yang cepat selain digunakan oleh anggota itu sendiri dipasarkan pula keluar oleh koperasi yang berfungsi sebagai media promosi anggota. Begitu juga dengan layanan jasa ataupun kebutuhan akan pembiayaan dengan harapan mendapatkan kemudahan dan tingkat margin yang kompetitif. Landasan untuk mendirikan koperasi dan menjadi anggota koperasi adalah kelayakan untuk menghasilkan manfaat ekonomis bagi anggotanya.

Kita seringkali terpengaruh oleh konsep ekonomi kapitalistik, yang berpendapat bahwa manfaat ekonomis koperasi adalah berbentuk pembagian sisa hasil usaha, yang pengertiannya disamakan dengan laba pada perusahaan kapitalistik, saat ini banyak diantara kita beranggapan bahwa koperasi sudah menjadi sebuah ‘ industri’ yang perlakuannya sama denga Perusahaan komersial yang berorientasi  pada profit oriented, koperasi dibangun bukan oleh cita-cita keuntungan, hal ini keliru sebab koperasi bukan perusahaan yang berbasis modal tapi berbasiskan anggota, koperasi dibangun  oleh cita-cita memenuhi keperluan bersama yang berorientasi terhadap pelayanan kepada anggota (service oriented firm). Manfaat ekonomis yang diberikan oleh koperasi kepada anggotanya dapat diciptakan melalui berbagai bentuk fungsi koperasi.

Manfaat-manfaat koperasi itu dapat diwujudkan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi koperasi dalam pendidikan anggota yang berkesinambungan, pembelian, penjualan, fasilitas proses produksi, jasa-jasa keuangan, jasa-jasa sosial yang dilaksanakan oleh koperasi untuk anggotanya dan lain-lain. Berbagai manfaat ekonomis koperasi dapat berbentuk manfaat harga, kualitas pelayanan, peningkatan produktivitas, penguatan posisi tawar, hasil riset dan pengembangan, semua itu tergantung kepada orientasi seluruh stake holder koperasi apa yang ingin dicapai dalam memajukan anggota.

Boediono (1985) menyatakan beberapa point penting, apabila sekelompok produsen melakukan kerjasama melalui koperasi maka akan diperoleh manfaat ekonomis kolektif dalam :
1. Harga jual produk anggota lebih tinggi, harga jual yang bagus dapat diperoleh produsen karena koperasi bertindak sebagi front dipasar.
2. Membangun economies of scale yaitu bertindak secara bersama-sama dapat menghemat biaya tertentu atau meningkatkan efesiensi dari suatu proses kerja tertentu.
3. Memperoleh external economies yaitu meningkatnya produktivitas karena produsen mendekat terhadap informasi pasar dan teknologi yang berkembang
4. Memperoleh manfaat-manfaat non ekonomis karena adanya penyatuan individu ke dalam kelompok.

Kesimpulannya, sekelompok anggota yang berkoperasi berarti menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ekonomi kolektif yang ditujukan untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas bisnis. Menurut Hanel (1985:60) bahwa pelayanan koperasi yang ditawarkan kepada anggota berupa harga, mutu dan syarat-syarat yang harus lebih menguntungkan anggota sehingga anggota koperasi terpacu untuk berpartisipasi lebih besar.

Rendahnya partisipasi anggota disebabkan antara lain oleh rendahnya manfaat ekonomis koperasi yang diterima oleh anggota. Di dalam berkoperasi partisipasi anggota merupakan pilar kekuatan koperasi. Dengan demikian tugas pokok koperasi adalah meningkatkan partisipasi anggota, juga meningkatkan pendapatan anggota atau merupakan alat dari anggota untuk memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangganya, ini berarti keberhasilan koperasi dalam meningkatkan kondisi ekonomi rumah tangga anggota menjadi kriteria evaluasi terhadap kinerja koperasi. Perbaikan kondisi ekonomi itu dapat bersifat kuantitatif (efesiensi biaya, meningkat volume produksinya, berkurangnya risiko-risiko usaha) maupun kualitatif (meningkat wawasan keilmuan, jaminan pelayanan, terbentuknya brand-image produksi anggota), yang merupakan dampak pelayanan-pelayanan koperasi terhadap anggotanya.

Jadi jelaslah bahwa teori ekonomi perusahaan yang dibangun dengan asumsi bahwa perusahaan bertujuan mencapai optimasi di dalam perolehan laba, tidak dapat diterapkan begitu saja terhadap  perusahaan koperasi, apabila orientasinya hanya keuntungan maka akan banyak orang yang mau terlibat ketika merasa koperasi memperoleh keuntungan dan meninggalkan ketika ada tanda-tanda yang tidak menguntungkan, maka sejatinya koperasi  bertujuan memajukan  kesejahteraan anggotanya dalam arti yang luas selain meningkat secara ekonomi juga anggota mendapatkan benefit-benefit lain dari koperasi, yaitu peningkatan kualitas hidupnya, cita-cita koperasi hanya bisa hidup dengan pendidikan dan latihan yang di iringi dengan kesabaran, koperasi bisa menjadi jalan untuk mencapai kemakmuran bagi bangsa kita yang masih lemah ekonominya, kita harus yakin bahwa dengan berkoperasi kita dapat mengangkat harkat dan derajat kita sebagai manusia.  

Disarikan dari berbagai sumber  

Disusun oleh : 
Yudi Haryadi, SE.,MM


Alumnus IKOPIN
Ketua Dewan Pengawas KSSPS BMT itQan
Sekjen ABSINDO Jabar
Dosen STAIM Bandung

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 14% 7%
6 16% 8%
12 19% 10%
24 20% 12%

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042