Artikel bmt itQan

Mencapai Kesejahteraan Anggota melalui SPM Rabu, 27 September 2017 09:40 WIB
Mencapai Kesejahteraan Anggota melalui SPM

Seringkali kita menilai keberhasilan koperasi dilihat dari kinerja keuangan. Apakah salah jika menilai koperasi hanya dari sisi keuangan?. Tentu tidak, namun apabila kita kembali kepada misi utama koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka keberhasilan koperasi tidak hanya dilihat dari kinerja keuangannya saja tapi dilihat dari peningkatan tarap pendidikan, spiritualitas dll.

Jadi sejatinya koperasi dinilai berhasil apabila koperasi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan anggota tanpa meninggalkan aspek keuangan sebagai jaminan keberlangsungan hidup lembaga koperasi itu sendiri. Seringkali orang berpendapat bahwa terjadi trade off atau saling bertolak belakang antara tujuan keuangan dan tujuan sosial. Apabila kita ingin sukses secara finansial, maka kita meninggalkan aspek sosial lembaga. Benarkan seperti itu ? tentu bukan hal yang aneh bila lembaga sukses secara finansial tapi secara sosial dia gagal. Namun demikian adalah sesuatu yang jenius, smart dan bermartabat, apabila kita sebagai lembaga koperasi mampu mencapai kedua tujuan tersebut, baik tujuan finansial dan tujuan sosial.


Tujuan finansial (financial goals) seringkali dibahas, dibuatkan standar-nya, dianalisa, diperingkatkan dan lain-lain. Kita mungkin sering mendengar, Asset, Outstanding, Laba, Dana Pihak Ketiga, dll. Angka-angka finansial tersebut sangat mudah ditemukan pada laporan keuangan, dengan bentuk neraca, laba rugi dan laporan arus kas. Pertanyaan berikutnya, dimana kita dapat memperoleh indikator tujuan sosial ? bagaimana kita mengukurnya ? bagaimana kita mencapainya ? Apa standar yang dipakai ? Mengapa indikator sosial harus ditetapkan ? dan pertanyaan-pertanyaan lain terkait kinerja sosial.

SPM adalah singkatan dari Social Performance Management, atau Pengelolaan Kinerja Sosial. Istilah SPM disosialisasikan sebagai sebuah gerakan lembaga keuangan mikro internasional, agar para penyedia layanan keuangan mikro sadar dan berupaya keras untuk mengelola kinerja sosial dengan baik sebagai misi atau alasan keberadaan lembaga mereka.

Adalah SPTF (Social Performance Task Force) atau gugus tugas kinerja sosial yang mencetuskan SPM ini. Pada Tahun 2010 SPTF mengundang semua anggotanya untuk mengembangkan Standar Universal. Pada akhirnya sekitar 400 orang dari semua stakeholder (LKM, Lembaga Donor, Akademisi, Jaringan LKM, Lembaga-lembaga yang peduli dengan pengentasan kemiskinan dunia) menerbitkan versi awal dari USSPM (Universal Standar for Social Performance Management) atau Standar Universal untuk Manajemen Kinerja Sosial ; pada tahun 2012.


USSPM memperjelas dan melakukan standarisasi praktek manajemen kinerja sosial (SPM), menyatukan praktek-praktek terbaik yang telah berhasil diterapkan di industri keuangan mikro menjadi satu panduan yang komprehensif. USSPM ini dikembangkan untuk para praktisi di bidang keuangan mikro sebagai sumberdaya untuk membantu lembaga keuangan mikro (termasuk Koperasi) mencapai tujuan sosial mereka.

USSPM berisi standar atau acuan baku yang merupakan pernyataan mengenai apa yang harus dicapai oleh sebuah lembaga. Termasuk didalamnya praktek-praktek penting (essential practice) yang dapat dijalankan oleh lembaga untuk memenuhi standar sosial manajemen. Tentunya praktek-praktek tersebut sudah teruji dan telah terbukti di lapangan menjadi hal “penting” bagi lembaga untuk menggapai tujuan sosialnya.

BMT itQan berupaya keras untuk mempraktekkan USSPM ini karena sejalan dengan misi lembaga yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian anggota. Dengan menerapkan USSPM ini kita berharap, langkah-langkah untuk pencapaian misi lembaga dapat tercapai. Apa saja kah isi dari USSPM ini ?.USSPM mengatur praktek manajemen kinerja sosial dengan membagi 6 dimensi sebagai berikut :


       

Dimensi 1. Mendefinisikan dan memantau Tujuan Sosial
Dalam dimensi ini lembaga tahu siapa yang jadi target pasarnya, apa tujuan sosialnya dan bagaimana produk dan layanannya dapat membantu tujuan-tujuan tersebut. Sepertihalnya KSPPS BMT itQan yang memiliki tujuan sosial meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah melalui jasa keuangan syariah berkualitas. Tujuan sosial dari misi BMT itQan dijabarkan secara terperinci seperti contoh berikut :



Dimensi 2. Memastikan Direksi, Manajemen dan Karyawan berkomitmen pada Tujuan Sosial
Manajer secara aktif memantau tujuan sosial lembaga dan pegawai memahami strategi lembaga dan bagaimana pekerjaan yang mereka lakukan berkontribusi dalam mencapai tujuan sosial dan keuangan.    Praktek di KSPPS BMT itQan, Manajemen dan pengurus berulangkali dalam rapat anggota tahuan, rapat anggota kelompok, rapat pimpinan cabang, dan forum-forum formal maupun non formal, berulangkali menekankan pentingnya mencapai tujuan dan misi sosial BMT itQan sebagai upaya keberlanjutan lembaga

Dimensi 3. Merancang Produk, Jasa dan Model Penyaluran dan sesuai dengan Kebutuhan dan Preferensi Anggota

Lembaga mengumpulkan masukan langsung dari anggota dan mengembangkan produk dan layanan yang dapat mendatangkan keuntungan anggota dengan:
1) mengurangi hambatan dalam melakukan keuangan inklusif
2) memperkuat kemampuan dalam menghadapi kerentanan/kondisi darurat
3) Memberi kemampuan untuk berinvestasi dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Saat ini dengan adanya Bagian Riset dan Pengembangan Produk, diharapkan BMT itQan senantiasa aktif dalam meneliti kebutuhan dan preferensi anggota, mengembangkan produk dan memasarkan produk dan layanan yang berkualitas.

Dimensi 4. Memperlakukan Anggota dengan Bertanggungjawab

Penyedia Jasa Keuangan Mikro, melembagakan mekanisme perlindungan anggota mulai dari menetapkan target, memperlakukan dan berinteraksi dengan anggota serta melatih karyawannya untuk setiap produk dan layanan yang diberikan. BMT itQan saat ini berupaya untuk memberikan layanan terbaik untuk anggota dengan melaksanakan pelatihan layanan berkualitas (service excellent), standarisasi layanan, kotak saran dan keluhan, saluran komunikasi anggota (call center), pengadaan staf Customer Service, dll.

Dimensi 5. Memperlakukan Karyawan dengan Bertanggungjawab
Lembaga memastikan karyawan terlindungi, terlatih dan termotivasi. BMT itQan telah memiliki Peraturan Perusahaan, Kebijakan dan Peraturan SDM, perlindungan tenaga kerja baik dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaaan maupun BPJS Kesehatan, Pelatihan-pelatihan, Pembinaan Spiritual dll.

Dimensi 6. Menyeimbangkan Tujuan Keuangan dan Tujuan Sosial
Lembaga berupaya menyeimbangkan usahanya untuk mencapai kinerja keuangan dan kinerja sosialnya untuk mencapaik keberlanjutan/kelestarian lembaga. Saat ini BMT itQan telah memasukkan indikator kinerja sosial dalam Rencana Kerjanya, seperti pelatihan literasi keuangan yang dimasukkan dalam Latihan Wajib Kumpulan (sekarang menjadi Latihan Wajib Anggota), indikator kepemilikan saham anggota di BMT itQan, program 530 (radius 5 km, 30% jadi anggota itQan) dll. Enam dimensi USSPM di atas, merupakan sesuatu yang sangat bagus apabila diterapkan di semua lembaga keuangan mikro. Ada 19 Standar, dan 66 praktek penting (Essential Practice), yang seyogyanya diterapkan untuk mencapai kinerja sosial yang hebat.

BMT itQan masih perlu terus berbenah, karena hasil dari self assesment terhadap penerapan USSPM masih banyak yang perlu kita perbaiki.
Self assesment atau penilaian mandiri terhadap penerapan USSPM, setiap lembaga dapat melakukannya dengan mengisi kuisioner yang dapat di download di website  http://www.cerise-spi4.org/.

Kami selaku pengurus dan manajemen BMT itQan berharap dengan adanya penerapan SPM di BMT itQan, misi kita untuk meningkatkan kemandiran dan kesejahteraan anggota dapat kita capai. 

Ayo Berkoperasi, Ayo Bersyariah…

Penulis,
Bandung, September 2017


Adhy Suryadi S.P, M.M,
Ketua Pengurus KSPPS BMT itQan 

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 16% 9.6%
6 18% 10.8%
12 20% 12%
24 22% 13.2%

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042