Artikel bmt itQan

Koperasi Itu Solusi Senin, 24 Juli 2017 07:56 WIB
Koperasi Itu Solusi

Koperasi sebagai organisasi Sosio-Ekonomi sebenarnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. Jargon koperasi yang sudah sama-sama kita ketahui “ bekerjasama, bergotong royong dan saling tolong menolong, untuk mencapai kemajuan bersama “ hal tersebut sudah melekat dan menjadi philosofi hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Dalam kehidupan masyarakat kita, semua sepakat koperasi itu bisa menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam megupayakan perekonomian masyarakat yang lebih baik untuk mencapai ‘kemajuan bersama’. Sayangnya itu semua akan menjadi sebuah jargon belaka manakala ‘kebersamaan’ tidak dikawal dengan kedisiplinan organisasi yang ketat, pengelolaan usaha yang baik, dan arah usaha yang jelas.

Seringkali masyarakat Indonesia mendirikan sebuah koperasi hanya bermodalkan “rasa” atau emosional. Ketika memiliki kesulitan yang sama terutama masalah  ekonomi, maka yang terpikirkan pertama kali adalah membentuk koperasi. Jarang sekali melakukan penelaahan, pengkajian, penelusuran mendalam tentang “kebersamaan” yang di inginkan melalui koperasi untuk mencapai kesejahteraan bersama, maka yang terjadi adalah salah kaprah, sehingga  jumlah koperasi terus bertambah namun dalam perjalannya sistem pengelolaannya ‘mau tak mau’ sehingga hasilnya juga  ‘mati segan hidup tak mau’.

Memang tidak salah yang menjadi motivasi awal membentuk sebuah koperasi adalah ‘rasa’ tapi harus diiringi dengan implementasi yang jelas baik bisnis maupun dalam operasionalnya. Dan hal yang paling penting yang tidak boleh terlewatkan adalah pemahaman konsep dan philosofi  dari Koperasi itu sendiri. Tentunya dengan berbagai disiplin ilmu terkait perkoperasian dan disiplin ilmu lainya yang mendukung terbentuknya sebuah perusahan/koperasi yang dapat meberikan kesejateraan anggotanya.

Koperasi sebagai organisasi sosio-ekonomi, sebenarnya mampu untuk bersaing secara ‘head to head’ dengan perusahaan-perusahaan kapitalistik di dunia. Tapi sangat disayangkan di Indonesia kehidupan perkoperasian ini tumbuh “nelongso”, kalaupun banyak koperasi Indonesia yang ‘cukup maju’ namun jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Oleh karena itu kita harus terus belajar dan  tetap optimis untuk memajukan koperasi Indonesia.

Mengapa harus optimis bahwa koperasi bisa berperan penting sebagai solusi dalam memajukan dan mesejahterakan anggotanya, kita ambil contoh dinegara-negara maju yang sangat dominan berpaham kapitalistik dan individualistik, koperasi bisa berperan penting dalam memajukan dan mensejahterakan anggotanya, antara lain dengan serapan tenaga kerja yang tinggi, dan juga memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian nasional negara-negara maju ini.
Menurut International Cooperative Alliance (ICA) pada tahun 2013 dari 300 koperasi berskala Internasional mayoritas adalah koperasi-koperasi yang didirikan di negara maju, seperti Amerika, Belanda, Jepang, Belanda, Jerman dan beberapa negara maju lainnya. Indonesia hanya menempatkan satu koperasinya yaitu peringkat ke 232 (www.ica.coop). Padahal jumlah koperasi di Indonesia 209.448 koperasi (senin, 15 Feb 2016, detik.com).

Jadi siapa bilang koperasi tidak bisa berkontribusi besar untuk negara, koperasi seharusnya tidak dipandang sebelahmata, apabila menginginkan koperasi Indonesia maju maka ikuti prinsip dan azasnya dengan benar, dan kelola dengan baik seperti hal nya perusahaan kapitalistik dikelola dengan sangat baik, sehingga koperasi semakin maju dan berumur panjang.

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan “Turnaround” segera lakukan, selagi ada waktu dimulai dengan kenali semua masalahnya evaluasi secara menyeluruh organisasi koperasi kita, dan buatlah exit plan dan solusi terbaik untuk organisasi kita secara bertahap, konsisten, kontinu
, lakukan monitoring dan evaluasi. Hal yang tepenting adalah kontribusi partisipasi aktif anggota sebagai pemilik dan pengguna perusahaan koperasi. Sehingga perwujudan “rasa” memperoleh kemajuan bersama bukan lagi  hanya sebatas jargon tapi bisa direalisasikan, semoga.
 

Bandung, Juli 2017
Penulis

Yudi Haryadi SE.,MM
Dewan Pengawas KSPPS BMT itQan
Penggiat dan Praktisi Koperasi
Alumnus Pasca Sarjana IKOPIN

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 16% 9.6%
6 18% 10.8%
12 20% 12%
24 22% 13.2%

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042