Artikel bmt itQan

Koperasi Sebagai Media Promosi Anggota Sabtu, 15 Juli 2017 11:43 WIB
Koperasi Sebagai Media Promosi Anggota

Suksesnya suatu Koperasi harus diukur dari tingkat kesejahteraan anggotanya, bukan seberapa besar lembaganya, bukan seberapa besar asset lembaganya, bukan seberapa sejahtera karyawannya. Dalam koperasi itu  terdapat “perusahaan koperasi” sebagai konsekuensinya, maka tujuan koperasi yang paling utama seharusnya menggambarkan tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai oleh seluruh anggotanya. Karena itu tujuan koperasi yang sudah secara umum dikenal sebagai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, perlu diterjemahkan lagi ke dalam variabel ekonomi yang sesuai.

Didalam lingkup ekonomi, kesejahteraan biasanya ditampilkan di dalam variabel Pendapatan. Di dalam pengertian ekonomi, apabila pendapatan seseorang atau masyarakat meningkat maka tingkat kesejahteraan ekonominya di indikasikan meningkat pula, dengan asumsi faktor-faktor lain dianggap konstan. Konsisten dengan alur pemikiran ini maka tujuan setiap orang bergabung ke dalam wadah koperasi adalah menuju kepada keadaan ekonomi yang lebih baik dengan indikator terjadinya peningkatan pendapatan, bukan terjadi sebaliknya anggota semakin terpuruk karena defisitnya antara pendapatan dan angsuran yang harus dibayarkan kepada koperasi, besar pasak dari
pada tiang.


Dengan demikian salah-satu tugas koperasi dalam mensejahterakan anggotanya adalah dengan menjadikan koperasi sebagai media promosi produk dan layanan jasa dari anggota. Sehingga pendapatan nominal dan atau pendapatan riil anggota akan meningkat. Seringkali Manajemen koperasi memutuskan untuk menjalankan koperasi dengan pola kapitalistik dan berorientasi pada maksimalisasi laba. Argumentasinya, untuk meningkatkan kesejahteraan anggota maka laba yang dibagikan harus besar, hal ini merupakan kekeliruan dalam menentukan bentuk perusahaan. Seharusnya perusahaan tidak berbadan hukum koperasi, melainkan badan hukum perseroan terbatas yang kapitalistik.

Dalam sistem koperasi, peningkatan kesejahteraan anggota tidak hanya bersumber dari pembagian laba, melainkan  dampak langsung atau tidak langsung dari berbagai layanan yang dilaksanakan oleh koperasi pada setiap harinya. Sebagai contoh, kebutuhan pokok anggota (demand) di supply dari koperasi, yang notabene suppliernya adalah anggota yang menyediakan kebutuhan pokok. Apabila model ini dilakukan oleh  perusahaan berbadan hukum koperasi maka laba usaha anggota menjadi meningkat dan bisnis mereka akan semakin berkembang. Sebagai pelaku bisnis yang berkoperasi maka peningkatan kesejahteraan ekonomi bersumber dari keuntungan bisnisnya, artinya karena pembelian ataupun pemasarannya dilakukan oleh koperasi, maka bisnis anggota menjadi lancar dan berkembang sehingga kehidupan ekonomi rumah tangganya menjadi semakin sejahtera.


Sejalan dengan pemikiran bahwa koperasi sebagai media “promosi anggota”, fungsi-fungsi penjualan diorganisasikan melalui koperasi, maka skala kegiatannya dapat diperbesar dan pengembangan usaha kecil dapat dilakukan lebih efisien. Pada sisi lain biasanya pengusaha kecil memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk mengembangkan kecakapan manajemennya. Manajer yang biasanya sekaligus pemilik perusahaan, kehabisan waktu dan tenaga untuk mengerjakan tugas-tugas rutin, sehingga tidak mampu dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan daya kreasinya. Oleh  karena itulah tugas “perusahaan koperasi” untuk mengadakan penelitian dan pengembangan usaha anggotanya. Hal tersebut dilakukan rangka membangun dan memanfaatkan koperasi sebagai perusahaan dengan kepemilikan bersama.

Penggabungan unit-unit ekonomi yang kecil ke dalam satu kekuatan dan ditambah dengan penguasaan informasi pasar secara baik akan dapat memperkuat  posisi kelompok koperasi di dalam tawar menawar,
dalam hal individu pengusaha kecil berintegrasi dengan individu pengusaha lain melalui koperasi , berarti koperasi ditempatkan sebagai alat untuk mengatur penawaran output, antara anggota dengan perusahaan koperasi terbentuk suatu sistem jaringan kerja yang terintegrasi, sehingga dampak berkoperasi tersebut muncul ke dalam dua arah yaitu kepada perusahaan koperasi dan kepada anggota (Yuyun Wirasasmita; 2000)


Semoga dengan usia koperasi Indonesia yang ke-70 ini, semakin menyadarkan manajerial koperasi bahwa salah satu tugas pokok koperasi adalah media ‘promosi anggota’, semakin berkembanglah usahanya, semakin sejahteralah anggota koperasi Indonesia, semakin kontributif koperasi Indonesia untuk perekonomian bangsa ini, dan harapannya menjadi soko guru perekonomian Nasional. 

Jayalah Koperasi Indonesia.

Bandung , Juli 2017  
Penulis ,  

Yudi Haryadi S.E, M.M,
Dewan Pengawas KSPPS BMT itQan
Penggiat dan Praktisi Koperasi Alumnus Pasca Sarjana IKOPIN

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 16% 9.6%
6 18% 10.8%
12 20% 12%
24 22% 13.2%

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042