Artikel bmt itQan

Mengenal Microfinance Senin, 27 April 2015 09:10 WIB
Mengenal Microfinance

Oleh :  Adhi Suryadi, S.P, MM 

Microfinance
Berdasarkan kosa-katanya Microfinance terdiri daridua kata yaitu Micro dan Finance. Micro artinya kecil atau mikro sedangkan finance artinya pembiayaan.  Microfinance sendiri istilah yang populer di dunia perbankan terutama setelah keberhasilan Prof. Muhammad Yunus menggunakan pendekatan pembiayaan yang ramah terhadap orang miskin sebagai misi Lembaga Keuangan Grameen Bank yang didirikannya.

Orang miskin biasanya memenuhi kebutuhan finansial mereka melalui berbagai hubungan finansial yang umumnya informal. Mereka meminjam dari pelepas uang tidak resmi (rentenir/lintah darat) yang biasanya mengenakan bunga yang sangat tinggi. Untuk jasa simpanan umumnya mereka memanfaatkan berbagai hubungan informal seperti arisan, simpanan lebaran, membeli dan menyimpan emas, serta hubungan informal lainnya. Jasa-jasa informal tersebut cenderung tidak teratur dan kadang-kadang sangat beresiko. Sementara itu Bank umumnya memandang orang miskin sebagai segmen pasar yang sulit dilayani atay non bankable.

Definisi Microfinance menurut CGAP (2013) adalah sebagai berikut :
The term "microfinance," once associated almost exclusively with small-value loans to the poor, is now increasingly used to refer to a broad array of products (including payments, savings, and insurance) tailored to meet the particular needs of low-income individuals. People living in poverty, like everyone else, need a diverse range of financial services to run their businesses, build assets, smooth consumption, and manage risks.

Beberapa jenis penyedia jasa keuangan didirikan untuk melayani orang miskin, diantaranya berbentuk Lembaga Swadaya Masyarakat atau Yayasan, Koperasi, Lembaga Pengembangan Komunitas (Community Development Institution), Credit Union (CU), Divisi Mikro Bank baik swasta maupun pemerintah, termasuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah BMT (Baitul Maal Wattamwiil).

Ledgerwood (1999:65) menyatakan bahwa terdapat empat jasa pelayanan yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yaitu : financial intermediation, social intermediation, enterprise development dan social service. Jasa intermediasi keuangan (simpan pinjam) merupakan jasa yang umum diberikan oleh LKM. Oleh sebab itu LKM yang hanya menyediakan kegiatan intermediasi keuangan disebut minimalist microfinance institution. Sedangkan LKM yang menyediakan jasa selain intermediasi keuangan disebut integrated microfinance institution.

Baitul Maal wa Tamwil
Secara etimologis, Baitul Maal wat Tamwil terdiri dari dua kosa kata yaitu Baitul Maal dan Baitut Tamwil. Baitul Maal artinya Rumah Harta sementara Baitut Tamwil artinya  Rumah Pengembangan Usaha. Baitul Maal sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW dimana pada saat itu seluruh harta yang bersumber dari Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf, Ghanimah (rampasan perang) dan Fa’i (rampasan non peperangan) dikumpulkan di lembaga Baitul Maal. Keberadaan Baitul Maal sangat membantu perekonomian orang miskin karena kebutuhan finansial mereka dapat dipenuhi oleh Baitul Maal yang dikelola oleh Amil yang bertanggung jawab langsung kepada Rasulullah dan atau kepada Khalifah atau pemimpin Islam pada masa itu.

Di indonesia sendiri Sejarah BMT dimulai tahun 1984 yang dikembangkan mahasiswa ITB di Masjid Salman yang mencoba menggulirkan lembaga pembiayaan berdasarkan syari’ah bagi usaha kecil. Kemudian BMT lebih di berdayakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai sebuah gerakan yang secara operasional ditindaklanjuti oleh Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK). Sedangkan BMT secara resmi sebagai lembaga keuangan syariah dimulai dengan disahkannya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang mencantumkan kebebasan penentuan imbalan dan sistem keuangan bagi hasil, juga dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1992 yang memberikan batasan tegas bahwa bank diperbolehkan melakukan kegiatan usaha dengan berdasarkan prinsip bagi hasil. Maka mulailah bermunculan perbankan yang menggunakan sistem syari’ah, seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI), BNI Syari’ah, BPRS-BPRS, dan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Munculnya BMT sebagai lembaga mikro keuangan Islam yang bergerak pada sektor riil masyarakat bawah dan menengah adalah sejalan dengan lahirnya Bank Muamalat Indonesia (BMI). Karena BMI sendiri secara operasional tidak dapat menyentuh masyarakat kecil ini, maka BMT menjadi salah satu lembaga mikro keuangan Islam yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Nisbah Deposito

Nisbah Simpanan Berjangka (SiJaka) untuk nasabah :
Jangka Waktu Nisbah Eq.Rate/per tahun
3 14% 7%
6 16% 8%
12 19% 10%
24 20% 12%

Rekening Bank

1110003379
1110003379
a.n KOPERASI BMT ITQAN
1460001435
1460001435
a.n KOPERASI BMT ITQAN
7050050027
7050050027
a.n KOPERASI BMT ITQAN
0341314599
0341314599
a.n KOPERASI SYARIAH BMT ITQAN
247800000272
247800000272
a.n KOPERASI BMT ITQAN
860003948300
860003948300
a.n BAITUL MAAL WA TAMWIL ITQAN

Simulasi Simpanan dan Deposito

  • Jenis Simpanan
    Jangka Waktu (Bulan)
    Nilai Simpanan Awal
    Nilai Simpanan Rutin (perbulan)
    Nisbah Bagi Hasil (%)
    Equivalent Rate (%)
    Estimasi Total yg Diterima


    Hasil yang diperoleh hanya simulasi, nilai sebenarnya bisa lebih kecil atau lebih besar

Financial Checkup

  • Cek Kesehatan Keuangan Anda disini

Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga

  • Cek Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga Anda disini

Statistik Pengunjung

bmt itQan Sosial Media
  • Join us on Facebook
  • Follow us on Twitter
Kantor bmt itQan

Jl Padasuka No. 160, RT 02 RW 03, Kelurahan Pasir Layung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kotamadya Bandung

022 - 7209247 022 - 7203042